Madu adalah cairan yang lengket dan manis yang dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga.
Madu lebih manis dari gula meja dan memiliki ciri-ciri kimia yang menarik untuk pemanggangan. Madu memiliki rasa yang berbeda yang membuat orang lebih menyukainya daripada gula dan pemanis lainnya.
Madu adalah cairan yang lengket dan manis yang dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga.
Madu lebih manis dari gula meja dan memiliki ciri-ciri kimia yang menarik untuk pemanggangan. Madu memiliki rasa yang berbeda yang membuat orang lebih menyukainya daripada gula dan pemanis lainnya.
Jumat, Februari 05, 2010
Satu-Satunya Makanan Yang Tidak Bisa Busuk
Oil stones : Kota Di Tengah Laut
| Oil Stones: Sebuah Kota Soviet di Tengah Laut |
| Spoiler for sejarah kota oil stone: Pada 1940-an dan 1950-an, tepat setelah Perang Dunia ke 2 Rusia telah pulih dari akibat invasi Nazi. Banyak yang harus dilakukan dan seperti yang kita tahu untuk menyelesaikan sesuatu yang Anda perlu memiliki energi yang cukup. Dan energi pada waktu sebaik mungkin sekarang banyak berarti minyak. Pada kali cadangan minyak yang dikenal berbeda dari apa yang orang-orang di Rusia tahu tentang hal itu sekarang. Tempat utama untuk mengebor minyak Rusia Selatan dan bertentangan dengan beku Siberia Utara sebagai daerah-daerah itu untuk sekarang. Dan batu permata Soviet produksi minyak laut Kaspia wilayah, terutama wilayah-wilayah yang merupakan negara merdeka Aizerbajan sekarang. Jadi setelah serangan besar-besaran negara haus minyak tanah sebelumnya ini wilayah jenuh minyak sedikit demi sedikit sampai habis mineral hitam harta dan kebutuhan untuk sumber-sumber baru itu membangkitkan. Sekarang tidak jelas siapa yang jenius ini adalah yang pertama kali datang dengan sebuah ide untuk mendapatkan minyak yang benar dari dasar laut di mana masih banyak dan untuk tujuan ini untuk membangun sebuah kota sungguhan 42 km (25 mil) di lepas pantai tepat di tengah-tengah laut, tapi apa yang kita ketahui adalah bahwa gagasan ini datang ke dalam bermain dan beberapa kesempatan gila itu mendapat dukungan dari para pemimpin Soviet kali yang memanfaatkan dengan semua dukungan yang terbesar (oleh wilayah) negara dapat menawarkan pada itu. Apa artinya ini adalah bahwa dalam hitungan bulan hanya beberapa kota yang sebenarnya dibangun tepat di tengah-tengah tempat di blok baja raksasa yang datang dari dasar laut, dari sedalam ratusan kaki di bawah. Dan mereka menyebutnya "Oil Stones". Dan itu benar-benar sebuah kota! Hanya satu fakta: panjang jalan-jalan ini satu-of-a-kind kota ini melebihi 350 km (200 mil) jika digabungkan. Ada sembilan disimpan bangunan, sekolah, kompleks industri dan air mancur. Rumput dengan rumput hijau dan anak-anak bermain bola. Dan semua itu adalah empat puluh dua kilometeres dari permukaan Bumi terdekat dekat! Seperti Uni Soviet mempertahankan prestasi di balik tirai besi kurang dikenal ke seluruh dunia tentang teknik seperti bertanya-tanya sedang dibangun. Kemudian, Northern baru cadangan minyak yang ditemukan yang melebihi seratus kali yang mereka miliki di Laut Kaspia daerah agar industri produksi minyak Soviet raksasa menjauh dari tempat itu, membuatnya semi ditinggalkan. Tetapi bahkan sekarang tempat ini sesuai dengan apa yang telah dikatakan memiliki lebih dari 2.000 jiwa. Sebuah contoh sejati apa yang manusia mampu mencapai, mungkin salah satu struktur buatan terbesar di Bumi dan bagaimana kecil kadang-kadang kita tahu pada tempat-tempat di seluruh dunia. Juga ada Soviet lama yang baik cuplikan dokumenter dari tempat ini, dibuat pada naik, di mana Anda masih dapat melihat air mancur bekerja, orang yang bahagia dan tidak ada bayangan datang kali bisa ditebak mencari di tempat itu sendiri dan pada wajah-wajah penduduknya. |
| Spoiler for kotanya: Spoiler for kotanya: Spoiler for kotanya: Spoiler for kotanya: Spoiler for kotanya: Spoiler for kotanya: Spoiler for kotanya: |
Film HANTU PUNCAK DATANG BULAN Sudah Lulus Sensor
| Film horor terbaru yang dibintangi oleh Andi Soraya, Tessa Mariska, Lia Trio Macan, dan Ferly Putra, HANTU PUNCAK DATANG BULAN, sepertinya tak lepas dari sorotan MUI. Kabarnya, film yang sarat dengan adegan panas itu sudah masuk ke dalam daftar film yang bakal dicekal MUI. Namun begitu, MUI memang masih mempelajari film itu sendiri dan belum memutuskan akan mencekalnya atau tidak. Saat disinggung mengenai kabar itu, Andi Soraya sendiri mengaku film terbarunya itu tidak bermasalah. Pasalnya, apa yang dilakukan di dalam film sudah sesuai dengan skrip. "Mungkin itu sudah dipikirkan produser. Aku hanya menjalankan sesuai dengan skrip, itulah totalitasku dan aku tidak bisa mengatur sebuah adegan asal memang masih dalam batas kewajaran dan tidak keluar dari konteks cerita film itu sendiri," kata Andi saat diwawancara secara eksklusif oleh KapanLagi.com di Tebet, Jaksel, Kamis (28/01) dini hari tadi. Dan yang pasti, Andi juga yakin filmnya itu tidak akan menimbulkan masalah. Pasalnya, HANTU PUNCAK DATANG BULAN sudah lolos sensor. "Apalagi film HANTU PUNCAK DATANG BULAN juga sudah lolos sensor. Jadi menurutku nggak masalah," pungkasnya Kapanlagi.com |
Produser : Kk Deeraj
Pemain : Andi Soraya
Trio Macan
Tesa Mariska
Ferly Putra
Rizky Mocil
Andreano Phillips
Sutradara : Steady Rimba
Penulis : Nestor Katanya
Di seluruh bioskop indonesia mulai tanggal 4 Februari 2010
poster hasil jiplakannya
bandingkan
Tindik Lidah Berisiko Bikin Otak Bengkak
Para dokter mengatakan bahwa memiliki tindikan di lidah bisa meningkatkan risiko pembengkakan otak. Sebuah arsip Neurology melaporkan bagaimana seorang laki-laki berusia 22 tahun meninggal dunia akibat mengalami pembengkakan otak setelah beberapa minggu menindik lidahnya.
Dokter dari pria Israel tersebut telah memberitahukan bahwa terjadi infeksi yang bisa menyebar ke dalam aliran darah yang bisa membahayakan otak. Para pakar mengatakan tindik yang dilakukan di lidah lebih sering menyebabkan gigi patah dan infeksi mulut, namun terkadang juga menimbulkan masalah pada jantungnya.
untuk lebih jelas http://health.detik..com/read/2009/10/15/163248/1222207/766/tindik-lidah-berisiko-bikin-otak-bengkak
Sepasang Naga Gemparkan Kutai Barat
Masyarakat Kutai Barat (Kubar), khususnya warga Mahakam Ulu, digemparkan kemunculan sepasang ular raksasa sebesar drum atau berdiameter sekitar 60 sentimeter dengan panjang sekitar 40 meter. Ular raksasa itu terlihat meliuk di permukaan air di Riam Haloq, Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai.
Ular raksasa yang melintas di sungai itu diyakini masyarakat Suku Dayak sebagai naga. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, sebenarnya peristiwa kemunculan naga terjadi Jumat (29/1/2010).
Saat itu sebuah longboat berangkat dari Long Bagun menuju Long Pahangai. Longboat tiba siang hari di Kampung Long Tuyuq, hulunya Riam Haloq. Saat itulah motoris dan penumpang longboat melihat sepasang ular raksasa melintas di permukaan Sungai Mahakam dari arah berlawanan.
Begitu mengetahui sepasang naga lewat, motoris langsung menepikan longboat ke tepi sungai karena khawatir menjadi korban. "Ternyata kedua naga itu berjalan terus dan tidak merasa terganggu dengan kehadiran longboat," tutur Dodik, yang mendengar cerita dari keluarganya di Mahakam Ulu.
Setelah itu, motoris dan beberapa penumpang langsung mengambil gambar menggunakan ponsel berkamera karena menganggap itu sebuah momen langka. Di wilayah Kubar sendiri foto ular raksasa itu telah tersebar dan masyarakat menjadi heboh.
Menurut seorang warga Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, sebenarnya ada dua naga yang terlihat. Satu naga diyakini berjenis jantan karena di kepalanya ada dua tanduk dan naga betina karena tidak ada tanduknya. Kedua binatang itu memiliki empat kaki, warna kulit hitam dengan panjang sekitar 40 meter dan diameter tubuh sekitar 60 sentimeter.
Ia menambahkan, sebelumnya di Long Tuyoq bahkan ada seorang warga dan anaknya yang sedang berburu babi melihat ular raksasa tersebut. Saking kagetnya, sang anak sampai tidak bisa berbicara hingga kini.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, kemunculan naga bagi Suku Dayak adalah sebuah pertanda, yakni pemberitahuan akan turun hujan lebat yang diiringi banjir yang terjadi tiga hari setelah kemunculan ular raksasa. Hal itu lebih meyakinkan karena sejak Senin (1/2/2010) hingga Rabu (3/2/2010), air Sungai Mahakam meluap dan mengakibatkan banjir yang melanda beberapa kecamatan di sepanjang Sungai Mahakam, di antaranya Long Bagun, Laham, Long Hubung, Long Iram, Tering, Melak, Muara Pahu, Penyinggahan, dan Mook Manaar Bulatn.
Sulit akses
Kampung Long Tuyoq terletak di Kecamatan Long Pahangai. Memiliki luas 126,95 kilometer persegi dan dihuni mayoritas Suku Dayak Bahau Busang. Mereka tinggal di sepanjang Sungai Mahakam dengan mata pencarian sebagai petani tadah hujan, karet, vanili, berburu, dan penambang emas tradisional.
Long Tuyoq merupakan daerah yang terpencil sehingga akses menuju ke sana cukup sulit. Dari Samarinda jika menggunakan pesawat kecil DAS, membutuhkan waktu 1 jam hingga di Datah Dawai. Setelah itu harus melanjutkan perjalanan dengan ketinting menuju hilir Sungai Mahakam, membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Jika menggunakan longboat butuh waktu 1 jam.
Sementara jika menggunakan kapal motor (taksi air) dari Samarinda menuju Long Bagun membutuhkan waktu dua hari. Dari Long Bagun dilanjutkan dengan menggunakan speedboat, tarifnya Rp 500.000 per orang, sedangkan longboat Rp 400.000 per orang.
Butuh waktu 12 jam dari Long Bagun sampai di Long Tuyoq. Jalur sungai yang dilewati penuh tantangan dan risiko karena harus menghadapi keganasan riam-riam yang ada di sepanjang Sungai Mahakam. Riam yang dikenal paling ganas adalah Riam Panjang dan Riam Udang, di sana terdapat batu-batu karang yang tajam serta pusaran air yang siap menelan perahu jika tak berhati-hati melintas. Di kanan-kiri Sungai Mahakam menuju Kampung Long Tuyoq ditumbuhi pohon-pohon besar seukuran tubuh kerbau.
Ular 33 meter
Sebelumnya, pada Februari 2009, Kalimantan juga bikin heboh dunia saat muncul sebuah foto udara yang memperlihatkan ular raksasa tengah melintas di sebuah sungai di Sarawak, Malaysia. Ular raksasa itu berenang di Sungai Baleh, Sibu, Serawak, bagian utara Kalimantan.
Sebuah foto ular raksasa terlihat berenang melenggak-lenggok di sebuah sungai tropis yang dikelilingi oleh hutan gambut. Ular berwarna hitam itu sangat besar, hampir memenuhi sungai yang terletak di tengah-tengah hutan rawa yang rimbun. Air beriak di kiri kanannya. Kabarnya, foto itu diambil dari sebuah helikopter, 11 Februari 2009.
Foto itulah yang menjadi perdebatan. Kalimantan memang memiliki ular-ular raksasa. Namun, selama ini ular yang besar yang baru ditemukan adalah sejenis sanca atau piton atau masyarakat Kalimantan menyebutnya ular sawah, yang panjangnya belasan meter.
Namun, ular yang terlihat di foto dan beredar luas di internet, termasuk Youtube, itu jauh lebih panjang dan besar dibandingkan dengan temuan piton. Diperkirakan panjangnya 100 kaki atau sekitar 33 meter.
Gambar tersebut diambil oleh anggota tim wilayah bencana banjir yang kemudian diterbitkan oleh Utusan Sarawak, sebuah koran lokal. New Straits Times di Kuala Lumpur juga memuat foto tersebut, yang kemudian dirilis oleh The Telegraph, Inggris.
Ada juga yang tidak memercayai foto itu dan menganggapnya rekayasa semata. Hal itu karena terlalu jauhnya pengambilan gambar ular tersebut. Benar atau tidak, foto itu sudah membuat masyarakat di sekitar Serawak, khususnya Sibu, ketakutan sebab sungai itu merupakan urat nadi transportasi masyarakat selama ini.
Nah, bila kedua foto itu asli, apakah ular yang terlihat itu sejenis piton atau anaconda? Hingga kini memang belum ditemukan adanya anaconda di Kalimantan.
Rekor ular terpanjang saat ini memang anaconda (eunectes) dari Amazon. Anaconda merupakan keluarga boa. Panjang anaconda yang terbaru ditemukan adalah 50 kaki, tetapi para ilmuwan percaya ada anaconda yang panjangnya 80 kaki, bahkan 100 kaki dari temuan kulit ular tersebut oleh sebuah ekspedisi ilmuwan Inggris tahun 1992. Dalam keluarga anaconda, menurut situs lingkungan Mongabay, yang terbesar adalah anaconda hijau (Eunectes murinus). Panjangnya mencapai 43 meter.
Piton Asia adalah ular terpanjang kedua. Ilmuwan menyebutnya Asiatic reticulated python (Python reticulatus). Piton terpanjang yang ditemukan di kawasan Kalimantan panjangnya 33 kaki dan merupakan rekor dunia sanca terpanjang saat ini. Para ilmuwan percaya panjang piton bisa mencapai 50 kaki atau sekitar 15 meter.
Bedanya, anaconda lebih langsing dan ahli berenang. Sementara piton lebih gemuk dan hanya suka kelembaban, bukan di air. Anaconda menggigit mangsanya sampai mati sebelum menelan, sementara piton menggunakan kekuatannya dengan membalut mangsa sampai tulang-belulangnya hancur atau tak bergerak lagi, kemudian ditelan bulat-bulat.
Awal Februari tahun lalu, para ilmuwan juga menemukan fosil ular seberat sebuah mobil kecil. Ular itu diperkirakan bisa melumat binatang seukuran sapi. Monster sepanjang 45 kaki bernama Titanoboa ini sangat besar dan hidup dengan memakan buaya dan kura-kura raksasa. Beratnya mencapai 1,25 ton. Ia biasa merayap di sekitar hutan-hutan tropis Amerika Selatan 60 tahun silam.
